Harap

Bagaimana bisa aku tetap bertahan dengan perasaanku padamu sedangkan dirimu tak pernah sekalipun mengalihkan pandangmu kepadaku? Setidaknya itulah asumsiku.

Ah, bodoh sekali pengharapan ini. Segala usahaku yang tercurah terasa sia-sia saat tahu hatimu tak berada di arah yang sama denganku.

Oh Allah, Kau menguji tepat di titik rendahku saat ini. Ketika sebentar lagi aku tiba di persimpangan baru. Ketika satu keputusan nantinya ditanggungjawabi seumur hayat.

Sekeras apapun kumencari diluar sana, kesudahanku selalu sama, tempat berpulangku tetap sama. Kau yang pernah hidup di masa laluku dan menghilang saat ini. Akan bertemukah kita di masa depan?

Dan aku masih berharap jawaban itu adalah dirimu? Ah, terasa khayal untuk mewujud. Tapi jika Allah tetapkannya begitu, tiada kesyukuran yang pantas untuk membalas melainkan ketaatan bersamamu.

Dan sesungguhnya hati ini masih berharap, semoga, semoga, dan semoga. Aku dan kamu menyatu dalam ikatan suci. Jika dulu sebatas teman, nanti menjadi teman hidup. Yang sama-sama bersiap menuju kampung halaman yang dirindu, SurgaNya.

0 komentar :

Posting Komentar

Cancel Reply