Ada Apa?

Jika saja hati bisa dibaca. Jika saja raut muka bisa menyampaikan rasa terdalam hati. Jika saja mata bisa katakan semua yang terpendam jauh selagi mulut membisu. Ah, tapi itu mana mungkin. Semua harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan. Tapi bagaimana bisa, jika mendekat pun tak bisa. Jika meraih pun tak sampai. Jika menyapa pun jadi kelu. Semua terjadi begitu saja, kawan...

Senyummu itu membuat kami senang. Candamu kadang juga sebagai penghilang keluh. Tapi semua berubah begitu saja. Semua hilang, seperti asap yang tertiup angin. Tiba-tiba kau diam, senyummu pun hilang. Lalu aku mulai berfikir, adakah aku salah padamu? Adakah aku terlalu menuntutmu? Atau apakah ada teman selain diriku yang membuatmu begini?

Aku hanya bisa melihatmu dari jauh. Bahkan terkadang tak bisa menemukanmu diantara belantara kampus ini.

Aku tak bisa berkata banyak, hanya saja aku ingin tahu jika dirimu sedang lelah di jalan ini, tersenyumlah kembali. Sebab selalu ada orang yang akan bahagia melihat senyummu. Karena akan selalu ada orang yang khawatir jika dirimu berbeda dari hari-hari biasanya. Percayalah, aku disini merasakan perbedaan itu. Jika kau punya masalah, katakan saja... Meski itu lewat suara angin yang bertiup...

Aku tak sedang curhat ke siapapun. Tapi aku hanya ingin menyampaikan ini kepadamu, yang sulit kujangkau. Aku hanya ingin kau tahu... bahwa akan selalu ada orang yang sama yang akan selalu menanti kembalinya dirimu yang biasanya.


*ditulis dengan kebingungan akan apa yang sedang dihadapi...

0 komentar :

Posting Komentar

Cancel Reply