Mobilitas Tanpa Batas

Ikuti Blibli.com Blog Competition Intel 2in1, hadiah laptop 10 ribu
Sebagai generasi yang hidup di tengah masa milenial, kecepatan adalah suatu hal yang selalu dibutuhkan orang. Mulai dari akses informasi, komunikasi, pengiriman barang, bisnis, dan sebagainya selalu dituntut soal kecepatan. Maka tak heran jika salah satu ciri dari masa ini adalah adanya mobilitas yang tinggi, terutama dari generasi mudanya. Itu pula yang menyebabkan hidup di masa kini mengalami perubahan lifestyle, sehingga menjadi lebih dinamis. Hal ini tentu membawa dampak lebih jauh terhadap pola kehidupan yang baru. Butuh banyak penyesuaian terutama dari kalangan orang tua yang tidak begitu mengerti soal teknologi, sebab pula di zaman ini teknologi telah terintegrasi ke dalam kehidupan sosial masyarakat. Contoh paling mudah untuk diamati adalah penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita perhatikan, hampir dalam setiap kesempatan terlihat setiap orang selalu menatap gawainya. Entah untuk membaca berita, berbelanja online, ataupun sekedar chatting dengan kawan. Hampir dapat dipastikan generasi sekarang menatap layar smartphone dalam sehari rata-rata melebihi 5 jam.

Berdasar survey yang dilakukan We Are Social, terjadi peningkatan penggunaan internet di Indonesia dari tahun 2016 ke 2017. Pertumbuhan pengguna internet ini jelas dibarengi dengan pertumbuhan pengguna sosial media. Tahun 2016 dilaporkan pengguna aktif sosial media adalah 79 juta, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi 106 juta. Sementara pengguna aktif sosial media secara mobile meningkat dari 66 juta menjadi 92 juta. Yang terakhir ini mengindikasikan bahwa mobilitas dalam akses informasi atau sekedar komunikasi menjadi hal yang makin dicari. Hal ini tidak lepas dari kepraktisan yang dirasakan terhadap penggunaan platform Android maupun iOS yang memang paling banyak dipakai orang. Satu survey di atas menjadi bukti akan makin mobilenya aktivitas yang dapat dilakukan saat ini. Oleh karena itu, perangkat mobile pun kian digemari pula.




Perangkat mobile sesungguhnya tak melulu hanya ponsel atau smartphone. Laptop yang kita kenal saat ini sebetulnya juga merupakan bentuk mobile dari PC Desktop. Jika dahulu PC tidak bisa dibawa kemana-mana, maka kini laptop dapat dibawa dalam perjalanan. Bentuknya pun bervariasi, mulai dari 10 inchi hingga 15 inchi atau lebih. Karena itu, laptop merupakan perangkat yang akrab pula bagi kalangan milenial sebab kepraktisannya. Meski smartphone masih menjadi primadona, namun ada beberapa hal yang tak mampu dilakukan smartphone sehingga perlu adanya dukungan dari laptop untuk pekerjaan tertentu. Contoh mudah adalah pekerjaan yang berhubungan dengan client, seperti desainer grafis (karena sebagian generasi milenial adalah orang-orang yang menciptakan usaha di bidang industri kreatif, baik barang maupun jasa, seperti jasa desain grafis dan desain furniture). Tentu untuk pembuatan desain grafis, diperlukan laptop yang dapat digunakan untuk membuat desain secara penuh, bukan sekadar desain seperti pada aplikasi smartphone. Biasanya laptop-laptop dengan dukungan kemampuan pengolahan grafis menjadi pilihan para desainer untuk merancang desainnya. Terkadang hal ini membutuhkan pula presentasi dari kreator kepada klien. Seringnya adalah menggunakan laptop. Maka portabilitas disini sangat dibutuhkan. Perangkat mobile lebih diutamakan. Maka tak heran jika generasi milenial ini begitu tertarik dengan gadget dan perkembangan teknologinya.

Salah satu produk yang kini mulai menjadi trend baru adalah hadirnya inovasi laptop 2 in 1. Laptop ini mengusung konsep buy one (gadget), get two (gadget). Hal ini karena laptop 2 in 1 adalah laptop yang memiliki dual fungsi; satu menjadi laptop, dan satunya menjadi tablet. Karena itu jangan heran bila menemukan ada laptop 2 in 1 yang memiliki slot kartu sim. Menurut intel.co.id, laptop 2 in 1 adalah inkarnasi terbaru laptop dan tablet, yang menggabungkan kedua faktor bentuk ini dalam satu mesin yang menakjubkan. Berdasar tipenya, laptop 2 in 1 terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu hybrid dan convertible. Tipe hybrid adalah tipe laptop dimana layar dan panel keyboard dapat dilepas. Ketika dilepas, monitor laptop akan berubah menjadi tablet. Adapun convertible adalah tipe laptop yang layarnya mampu ditekuk atau diputar 360° hingga menjadi seperti tablet. Dari segi kepraktisan, jelas laptop model ini lebih ergonomis dibanding laptop konvensional karena lebih ringan untuk dibawa. Selain itu yang menjadi unggulan dari laptop 2 in 1 adalah daya tahan baterainya yang jauh lebih lama dari laptop konvensional, yakni mampu mencapai dua hingga tiga kalinya. Karena itu laptop ini dapat menjadi alternatif pilihan bagi orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan perangkat yang memiliki portabilitas untuk dibawa kemana-mana.

Dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi laptop yang demikian, bukan tidak mungkin akan mampu merubah gaya hidup seseorang. Seseorang yang tadinya harus selalu sedia payung sebelum hujan, bisa jadi akan berubah menjadi lebih santai sebab semua dapat teratasi dengan teknologi yang ada dalam genggamannya. Bagi seorang desainer, adanya laptop seperti ini akan memudahkannya untuk membuat desain baik dalam bentuk laptop maupun ketika berwujud tablet. Dimana pun dan kapan pun. Apalagi bila spesifikasi yang dibenamkan ke dalamnya cukup tinggi sehingga mampu mengcover aktivitasnya. Kebetulan saya pula adalah seorang yang menggeluti dunia desain grafis. Maka laptop yang sangat portabel semacam ini merupakan sebuah anugerah untuk dimiliki, sebab mampu mempermudah pekerjaan, mempersingkat waktu, dan mengefektifkan kegiatan. Bayangkan saja bila suatu ketika di jalan tiba-tiba seorang kawan atau klien menghubungi untuk meminta bantuan desain. Maka dengan laptop 2 in 1, semua gerak menjadi lebih efektif dan mudah. Tidak perlu lagi repot mencari sumber listrik, tempat datar untuk meletakkan laptop, atau lelah membawanya karena berat, sebab rata-rata laptop 2 in 1 jauh lebih ringan dibandingkan laptop konvensional, sehingga menggunakannya dalam kondisi apapun tetap nyaman. Selain itu, dengan desainnya yang stylish, tak perlu malu menjinjing laptop berukuran pas ini kemanapun.

Selain daya tahan baterai yang lama serta berat laptop yang termasuk ringan, hal lain yang juga menjadi unggulan adalah rata-rata laptop 2 in 1 telah menyertakan SSD (Solid State Drive) sebagai media penyimpanannya, baik primer maupun sekunder. Hal ini cukup baik sebab SSD 30% lebih cepat dibanding HDD konvensional. Sehingga proses copy data, rendering, loading, booting, dan sebagainya menjadi lebih cepat. Tentu ini kabar baik sebab seperti yang telah dikatakan di awal, kecepatan menjadi tuntutan di era ini. Saya sendiri pun termasuk orang yang lebih suka sesuatunya lebih cepat. Dalam urusan pemrosesan data, kecepatan selalu menjadi hal yang patut untuk diperhatikan. Karena bila data cepat diproses, maka waktu yang dihabiskan lebih efektif. Sehingga pekerjaan tidak akan tertunda. Satu hal yang tidak saya sukai adalah tertundanya pekerjaan disebabkan gangguan teknis seperti lemotnya laptop.

Jika disimpulkan, ada beberapa kelebihan laptop 2 in 1 yang sesuai untuk gaya hidup saya di masa sekarang, yaitu ukuran perangkat yang lebih ergonomis sehingga portabilitas makin tinggi. Hal ini memberi dampak kepada keefektifan waktu dan kegiatan yang bisa dilakukan sehingga tidak akan terbuang sia-sia, sebab laptop dapat digunakan kapan pun dimana pun tanpa berat dalam membawanya. Kemudian ketahanan baterai yang cukup lama memudahkan kita untuk terus bergerak tanpa tergantung sumber listrik, sebab dalam sekali pengisian daya laptop dapat digunakan dalam jangka waktu sehari hingga dua hari, tergantung kebutuhan operasional. Mengapa sehari dua hari? Sebab tidak mungkin kita 12 jam full akan terus berkutat di depan laptop. Selanjutnya, kecepatan pemrosesan data yang relatif cepat juga dapat menunjang kebutuhan akan aktivitas yang kian mobile. Tidak perlu lagi lama menunggu, misal untuk copy data sebab prosesnya jauh lebih cepat dengan dukungan SSD. Dari sektor keamanan, SSD juga lebih tahan terhadap guncangan dan panas daripada HDD. Ini juga menjadi nilai lebih. Selain itu, rata-rata laptop 2 in 1 memiliki prosesor keluaran Intel, sehingga menjadi lebih bertenaga. Maka, penggunaan laptop intel 2 in 1 ini sangat menunjang mobilitas yang tinggi dengan kekuatan penuh tanpa meninggalkan sisi kepraktisan yang ditawarkan. Inilah perangkat yang dibutuhkan seorang desainer!




Pada akhirnya, saya tetaplah bagian dari generasi milenial sebab saya termasuk generasi Y. Serta, saya hidup di tengah-tengah generasi milenial ini, sehingga mau tidak mau saya harus terus beradaptasi dengan pola perubahan yang ada. Oleh sebab itu, untuk menunjang aktivitas yang berhubungan dengan mereka, diperlukan perangkat mobile yang mengakomodasi pergerakan menyesuaikan mereka. Dengan kata lain, diperlukan perangkat yang dapat melakukan mobilitas tanpa batas. Dan hal itu dapat ditemukan dalam laptop 2 in 1.

1 komentar :

Anonim mengatakan... 20 September 2017 pukul 18.55
jual laptop?

Posting Komentar

Cancel Reply